Langsung ke konten utama

Buah Ketekunan jadi bisnis menjanjikan



Joko Istiyanto

Buah Ketekunan

jadi bisnis menjanjikan


Oleh Intaningrum
Wartawan Harian Jogja

     Ketekunan pasti akan membuahkan hasil yang baik. Inilah yang dialami Joko Istiyanto. Tugas akhir saat menyelesaikan studi sarjana strata satu, ia teruskan dengan melakukan penelitian berkelanjutan.
     Penelitian yang dilakukannya sejak 1997 memberinya segudang prestasi. Tak hanya itu, hasil penelitiannya kini menjadi sebuah produk yang tak hanya bernilai bisnis namun bermanfaat bagi orang banyak.
    
    
“Awal mulanya saya melakukan penelitian ini, karena keprihatinan saya akan harga BBM saat itu yang naik akibat krismon. Saya ingin menciptakan sesuatu untuk bisa menjadi solusi atas persoalan itu,” ujar Marketing Director Femax ini, kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.

Terlebih, ia menyadari seiring perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan bahan bakar minyak semakin banyak. Namun, justru persediaan energi itu yang makin terbatas.

“Femax sebagai sebuah teknologi penghemat bahan bakar diharapkan mampu menjadi solusi bagi kalangan industri ditengah wacana pembatasan bahan bakar,” ujar Juara Nasional Pemuda Andalan Nusantara 2009 Menteri Pemuda dan Olahraga RI ini.


     Sistem kerja alat ini, mengubah bahan bakar dari yang kualitas biasa menuju karburator lewat Femax akan menghasilkan bahan bakar dengan kualitas lebih tinggi.
Joko mengaku pemasaran produknya sudah cukup luas. Sekitar 100 unit Femax diproduksi tiap hari dengan pemasaran mencakup berbagai kota besar di Indonesia, bahkan merambah ke pasar luar negeri.
     “Tidak hanya digunakan untuk menghemat genset pada alat produksi di industri, namun Femax juga telah dikembangkan pada alat penghemat gas elpiji, alat penghemay listrik, pengaman regulator gas, dan alarm deteksi kebocoran gas,” akunya.
     Peraih rekor Muri untuk kategori penemu alat pengefisien bahan bakar tanpa mengurangi performa mesin pada Februari 2011 ini mengaku saat melakukan penelitian banyak hal yang ia korbankan. Kendaraan pribadinya pun tak luput sebagai media uji coba. “Namun, pengorbanan itu berbuah manis. Alhamdulillah, Femax tak hanya menjadi solusi penghemat bahan bakar, tapi dengan pertumbuhannya kini sudah mampu membuka peluang kerja,” paparnya.
HARIAN JOGJA/INTANINGRUM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Seleksi Pemuda Pelopor Nasional

  Proses Seleksi Pemuda Pelopor Nasional Program Pemuda pelopor adalah sebuah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. Tujuannya adalah untuk mencari pemuda-pemudi berusia 16 hingga 30 tahun yang memiliki jiwa kepeloporan dan kepemimpinan, serta telah menunjukkan karya nyata di berbagai bidang seperti pendidikan, sosial dan budaya, pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata, pangan, serta inovasi teknologi. Seleksi ini dilakukan secara berjenjang melalui tiga tahap utama: tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, dengan pengumuman pemenang pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai tahapan proses seleksi: 1. Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota Tahap awal ini merupakan pintu masuk bagi pemuda dari seluruh Indonesia untuk mengikuti kompetisi. Peserta dapat dinominasikan oleh pihak tertentu atau mendaftar secara mandiri. Seleksi di tingkat ini biasanya melibat...

Bersama Pilot Icelandic Air Pengguna Femax dari Negara Islandia

Mr.Jon gunnarrson dan Mr.Joko Femax  

Proses Mendapat Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia

  Bagaimana Proses Mendapat Predikat Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia ? Oleh   Joko “Femax” Istiyanto (Kreator Produk Femax & Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kab.Klaten)   Pendaftaran : Daftar di situs resmi seperti https://katakreatif.kemenparekraf.go.id Pengisian Borang : Isi formulir oleh pemerintah, bisnis, komunitas, dan akademisi. Verifikasi Lapangan : Tim Kemenparekraf melakukan uji petik di lokasi. Evaluasi dan Pengumuman : Juri menilai dan mengumumkan kabupaten/kota kreatif. Penjelasan Proses Untuk menjadi kabupaten/kota kreatif, daerah harus mengikuti program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) yang dikelola Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Proses dimulai dengan pendaftaran di situs resmi, diikuti pengisian borang oleh berbagai pemangku kepentingan untuk menilai ekosistem ekonomi kreatif lokal. Setelah itu, ada verifikasi lapangan atau uji petik untuk memastikan data yang ...